Wednesday, August 13, 2025

Lari Estafet 4x100 Meter Putra SMA Negeri 1 Sapeken Raih Juara 1 dan 2

SMAKEN POST - Prestasi membanggakan kembali diraih oleh para siswa SMA Negeri 1 Sapeken dalam ajang kejuaraan olah raga di Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke 80 ini. Dua dari tiga tim lari estafet 4x100 meter putra sekolah berhasil meraih juara 1 dan 2. Tim juara 1 tersebut, Firas Tijany Adnin (XII-1), Aura Samudra (XII-2), Fahrizul Ammar (XI-2), Nabiullah (X-2). Sedang dari juara 2, Amir Hamzah (XI-2), Moh. Amin (XI-1), Fadliaturrahman (XI-3), Ikram Anwar (XI-1). 


Tim Juara I

Kejuaraan yang digelar di jalan raya Sapeken hingga finish di kantor kecamatan tersebut, kemarin, Rabu, 13 Agustus 2025, sekitar pukul 08.00 WIB - selesai, telah mempertemukan para atlet pelajar terbaik dari seluruh penjuru tingkat SMA/MA sekecamatan Sapeken. Tim estafet putra SMA Negeri 1 Sapeken tampil dengan penuh semangat dan solid, unjuk dan membuktikan kemampuan di tengah persaingan yang ketat.


Tim Juara II

Guru olahraga Irham Dely Martayub, S.Pd, dan Feri Medianto, S.Pd, menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian ini. “Alhamdulillah, kerja keras siswa terbayar dan telah menunjukkan semangat juang yang luar biasa. Semoga prestasi ini menjadi awal dari kesuksesan-kesuksesan berikutnya,” ujar mereka.


Kepala sekolah SMA Negeri 1 Sapeken, Fujianto, S.S., M.Pd, turut memberikan apresiasi atas keberhasilan ini. “Prestasi membanggakan ini membuktikan jika siswa kita mampu bersaing tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga dalam bidang olahraga. Kami sangat bangga dan akan terus mendukung pengembangan bakat siswa. ”Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus mengembangkan diri dan membawa nama baik sekolah melaju ajang kompetisi lainnya," harapnya. (Crew Jurnalistik SMAKEN POST)

SMAN 1 Sapeken Sumenep Jahit 100 Meter Bendera Merah Putih untuk Rekor MURI 8 Kilometer

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, SMAN 1 Sapeken Sumenep ikut ambil bagian dalam sebuah kegiatan bersejarah yang digagas oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur: Pengibaran Bendera Merah Putih Sepanjang 8.000 Meter. Kegiatan akbar ini tak hanya menargetkan pemecahan Rekor MURI, tetapi juga menjadi wujud nyata cinta tanah air dari ribuan siswa dan guru se-Jawa Timur.




Sesuai ketentuan dari Dinas Pendidikan, setiap sekolah yang memiliki program Doble Track (DT) Tata Busana diminta menjahit bendera merah putih sepanjang 100 meter. SMAN 1 Sapeken Sumenep pun menerima tantangan ini dengan penuh semangat. Di bawah bimbingan guru yang disebut trainer, para siswa DT Tata Busana bekerja sama memotong, menyusun, dan menjahit kain katun merah dan putih dengan ukuran tinggi masing-masing 60 cm.

Meski berada di pulau terpencil dengan segala keterbatasan fasilitas, semangat siswa SMAN 1 Sapeken Sumenep tidak kalah dengan sekolah-sekolah besar di kota. Ruang kelas yang biasanya digunakan untuk belajar musik berubah menjadi bengkel jahit. Suara mesin jahit berpadu dengan tawa dan semangat gotong royong siswa. Ada yang mengukur kain, ada yang mengatur posisi warna merah dan putih, dan ada pula yang bertugas menjahit sambungan hingga rapi.

“Ini bukan sekadar menjahit kain, tapi menjahit rasa cinta kami kepada Indonesia,” ungkap Ibu Rina Rusdiana Trainer  Tata Busana Smaken  dengan mata berbinar.

Proses pembuatan bendera ini juga direkam dalam bentuk video sebagai dokumentasi pembelajaran dan bukti partisipasi sekolah. Sebelum batas waktu pengiriman 15 Agustus 2025, bendera hasil karya siswa SMAN 1 Sapeken Sumenep telah dikemas rapi untuk dikirim ke Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep Provinsi Jawa Timur.



Puncak kegiatan akan digelar pada 17 Agustus 2025 di Surabaya, ketika 8.000 peserta dari seluruh Jawa Timur mengibarkan bendera merah putih sepanjang 8 kilometer. Bendera-bendera hasil jahitan para siswa, termasuk karya SMAN 1 Sapeken Sumenep, akan disatukan menjadi satu kesatuan yang membentang megah.

Fujianto sebagai Kepala SMAN 1 Sapeken Sumenep menyampaikan kebanggaannya, “Anak-anak kami mungkin tinggal jauh di ujung timur Madura, tapi karya mereka akan berkibar bersama karya saudara-saudara mereka di seluruh Jawa Timur. Inilah bukti bahwa semangat nasionalisme tidak mengenal jarak.”

Ketika bendera raksasa itu berkibar di Surabaya, setiap jahitan yang dibuat di SMAN 1 Sapeken Sumenep akan menjadi bagian dari simbol persatuan Indonesia. Sebuah pengingat bahwa dari pulau kecil di tengah laut pun, semangat merah putih tetap menyala untuk menyatukan negeri. (Nur)

 

Monday, August 11, 2025

Siswa SMA Negeri 1 Sapeken Torehkan Juara 1 & 2 Lomba Baca Puisi Tingkat Kecamatan Sapeken

SMAKEN POST – Dua duta siswa yang disyaratkan panitia lomba baca puisi dari SMA Negeri 1 Sapeken kembali menorehkan prestasi membanggakan, yaitu Agam Satriya Naraendra kelas XI-1 juara 1 dan Nur Alifa kelas X-1 sebagai juara 2 lomba membaca puisi Kemerdekaan tingkat kecamatan Sapeken. Kegiatan ini diselenggarakan oleh panitia kecamatan Sapeken dalam rangka mengisi Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke 80, kemarin malam, Ahad, 10 Agustus 2025, dimulai dari pukul 19.30 WIB hingga pukul 23.30 WIB pemenang lomba langsung diumumkan para juri di pendopo kecamatan setempat. Lomba dalam mengembangkan kemampuan terhadap dunia sastra ini diikuti oleh puluhan siswa SMA/MA sekecamatan Sapeken dan sekitarnya.


Lomba membaca puisi diselenggarakan dengan tujuan untuk pembinaan dalam mengekspresikan minat, bakat, dan kreativitas siswa, serta untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air dan rasa nasionalisme pelajar. Para peserta lomba membacakan puisi wajib yang berjudul “Pahlawan Tak Dikenal” karya Toto Sudarto Bachtiar yang telah disediakan panita. 

Secara garis besar puisi tersebut  menceritakan  tentang perjuangan dan pengorbanan pahlawan yang tidak dikenal namanya, tetapi telah memberikan kontribusi besar bagi bangsa dan negara. Puisi ini menggambarkan betapa pahlawan tak dikenal telah berjuang dengan gigih dan rela berkorban demi kemerdekaan dan kebaikan bangsa. Mereka bukanlah pahlawan terkenal atau memiliki nama besar, tetapi mereka yang telah melakukan perbuatan baik dan berani mengambil risiko untuk kebaikan orang lain.

Selain membacakan puisi wajib, Agam Satriya Naraendra juga membacakan puisi pilihan dengan judul "Doa Seorang Serdadu Sebelum Perang" Karya W.S. Rendra . Sementara Nur Alifa dalam membacakan puisi pilihannya berjudul "Balada Sang Pejuang" Karya Djoko Saheer. 

“Alhamdulilah, dengan berbekal pengalaman dan latihan yang intensif yang dilaksanakan akhirnya membuahkan hasil yang maksimal. Juga terima kasih kepada bapak Farah Aidil Fitri, S.Pd dan bapak Jamil Hamzah, S.Pd selaku asisten kesiswaan yang sudah mendampingi kami hingga akhir acara lomba," tutur mereka berdua. 

Kedua siswa tersebut, menambahkan, semoga dengan prestasi ini dapat memberikan motivasi kepada seluruh siswa SMA Negeri 1 Sapeken untuk selalu mengembangkan minat dan bakat sesuai kemampuan serta berkontribusi positif melalui prestasi untuk kemajuan Sekolah. (Crew SMAKEN POST)

Sunday, August 10, 2025

Lagi, Siswa SMA Negeri 1 Sapeken Torehkan Juara 1 & 2 Lomba Menyanyi Lagu Nasional Tingkat Kecamatan Sapeken


SMAKEN POST - Lagi, dua duta siswa SMA Negeri 1 Sapeken kembali menorehkan prestasi gemilang. Kali ini berhasil keluar sebagai juara 1 dan 2 pada lomba menyanyikan lagu nasional tingkat kecamatan Sapeken. Dua siswa dari sekolah tersebut, yaitu, Diah Arum Safitri siswi berbakat kelas XII-2 sebagai juara 1. Dan Agam Satriya Naraendra kelas XI-1 sebagai juara 2.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh panitia kecamatan Sapeken dalam rangka mengisi Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80. Kemarin, malam Senin, 10 Agustus 2025, dimulai dari pukul 19.30 WIB hingga pukul 23.30 WIB. Lomba dalam mengembangkan kemampuan terhadap dunia tarik suara ini diikuti oleh puluhan siswa SMA/MA sekecamatan Sapeken dan sekitarnya.

Prestasi ini menunjukkan bahwa semangat nasionalisme dan cinta tanah air dapat ditumbuhkan melalui lomba menyanyi lagu nasional. Para siswa tidak hanya menunjukkan kemampuan vokal yang baik, tetapi juga penghayatan dan penjiwaan terhadap lagu yang dibawakan.

Para peserta lomba menyanyikan lagu wajib yang dapat dipilih, yaitu, "Bagimu Negeri" karya Kusbini, "Syukur" karya H. Mutahar, "Gugur Bunga" karya Ismail Marzuki. Sementara untuk lagu Pilihan yang juga bebas memilihnya, yaitu, "Tanah Airku" karya Ibu Sud, "Maju tak gentar" karya C.Simanjuntak.

Saat lomba, Diah Arum Safitri menyanyikan lagu wajib "Gugur Bunga" dengan memilih lagu bebas "Tanah Airku". Sedang Agam Satriya Naraendra menyanyikan lagu wajib "Bagimu Negeri" dengan memilih lagu bebas "Maju Tak Gentar". "Kepada generasi muda agar tidak takut untuk mencoba, harus selalu percaya diri untuk membangun karakter dan selalu belajar dari pengalaman seseorang," pesan mereka.

Kepala SMA Negeri 1 Sapeken, Fujianto, S.S., M. Pd melalui Syarif Hidayat, S.Pd, selaku guru pembina musik, turut mengapresiasikan atas keberhasilan mereka berdua. “Prestasi yang diraih ini adalah langkah awal untuk menuju kompetisi yang lebih tinggi nantinya. Mereka memang punya talenta untuk mencapai prestasi yang lebih besar dalam bakat musik, tentu harus dibarengi dengan semangat yang tinggi mereka terus berlatih dalam meningkatkan kemampuannya," pungkasnya. (Crew Jurnalistik SMAKEN POST)

Pelaksanaan Tahapan ANBK di SMA Negeri 1 Sapeken Tuntas, KBM Tetap Berjalan Lancar

SMAKEN POST - Pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) di SMA Negeri 1 Sapeken berjalan lancar sesuai tahapan. Adapun masing-masing tahapan dilaksanakan dua hari, yaitu, pada hari Senin dan Selasa. Tahap simulasi dilaksanakan pada tanggal 21 dan 22 Juli 2025, tahap gladi bersih dilaksanakan pada tanggal 28 dan 29 Juli 2025, dan tahap puncak pelaksanaan dilaksanakan pada tanggal 4 dan 5 Agustus 2025 di laboratorium komputer sekolah setempat.





Pada tahap simulasi melalui 1 orang proktor, 1 orang teknisi, dan 1 orang pengawas memperkenalkan dan mensosialisasikan tentang ANBK kepada para siswa yang menjadi pesertanya. Di tahap gladi bersih, tim proktor dan teknisi memastikan kesiapan seluruh elemen ANBK, baik itu fasilitas maupun para peserta ANBK. Dan saat tahap puncak pelaksanaan, semua pihak terlibat yang dikomandoi oleh Waka dan Asisten kurikulum turut mensukseskan berlangsungnya ujian ANBK secara semi online dengan tuntas. Kegiatan tersebut berlangsung tanpa mengganggu proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di masing-masing kelas.


Pada tiap tahap, pelaksanaan dibagi menjadi dua sesi dalam satu ruang. Diikuti 50 peserta dari kelas XI. Mereka terbagi menjadi 45 peserta utama dan 5 peserta cadangan. Sesuai juknis hari pertama dan kedua berbagi jam menjadi dua sesi. Untuk sesi satu dilaksanakan pada pukul 07.30 WIB diikuti 22 peserta, dan sesi dua dilaksanakan pada pukul 10.40 WIB diikuti 23 peserta sampai selesai. 


Pelaksanaan ANBK ini dilaksanakan dengan tiga instrumen, sebagai bagian dari evaluasi pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, yaitu; Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang mengukur literasi membaca dan literasi matematika (numerasi) murid; Survei Karakter yang mengukur sikap, nilai, keyakinan, dan kebiasaan yang mencerminkan karakter murid; serta Survei Lingkungan belajar yang mengukur kualitas berbagai aspek input dan proses beajar-mengajar di kelas maupun di tingkat satuan pendidikan. 


Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Sapeken, Fujianto, S.S., M.Pd, mengatakan, bahwa tujuan pelaksanaan ANBK ini untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan memotret input, proses dan output pembelajaran di seluruh satuan pendidikan. Selain itu, tujuan utamanya lainnya untuk mendorong perbaikan mutu pembelajaran dan hasil belajar peserta didik.


"Dengan terselenggaranya ANBK ini, diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kualitas pendidikan di SMA Negeri 1 Sapeken serta menjadi bahan evaluasi untuk peningkatan mutu pembelajaran di masa mendatang," ujarnya menutup (Crew Jurnalistik SMAKEN POST)

Monday, August 4, 2025

Siswi SMA Negeri 1 Sapeken Juara lomba Video Tiktok BNN Tembus 34 Ribu Lebih Viewer

SMAKEN POST — Para siswi SMA Negeri 1 Sapeken berhasil meraih juara kedua pada ajang lomba video Tiktok dengan menyanyikan lagu mars BNN yang digelar pada tanggal 19 Juni - 31 Juli 2025 lalu. Sedang pengumuman lombanya baru kemarin, Ahad, 3 Agustus 2025. Adapun lomba ini diikuti oleh seluruh SMP, SMA, SMK, MTs dan MA sekabupaten Sumenep.



Lomba menurut kreasi masing-masing ini, diwakili oleh siswi Wifaq Yusriatin (X1), Rifatul Mufinah (X1), Ita Safitri (X 1), Novita Selfiana (X 2), dan Siti Fahriah Nurul Fadilah (X 2) berhasil memenangi lomba ini atas kreatifitasnya membuat video Tiktok hingga viewernya mencapai  34 ribu lebih, like berjumlah 3 ribu lebih, dan komentar mencapai sekitar 600.

Mereka mengucapkan terimakasih dengan diadakannya ajang lomba Video Tiktok yang diprakarsai oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumenep ini. “Kami merasa bangga bisa mengikuti lomba ini, dan Alhamdullillah kami bisa menjadi juara kedua, setelah menyisihkan sekolah sekolah lain di Sumenep,” ujar Rifatul Mufinah mewakili.

Begitu pula dengan Ita Safitri mengatakan, sukses selalu buat Badan Narkotika Nasional Sumenep yang berhasil mengadakan lomba Video Tiktok dengan menyanyikan lagu mars BNN ini. “Semoga ke depan, BNN Sumenep kembali menggelar kegiatan seperti ini lagi. Dan ini menjadi motivasi kami agar bisa lebih sering lagi membuat video Tiktok yang sifatnya mendidik namun juga menghibur,” ujarnya.

Padahal, ketika lomba digelar, mereka berlima dari siswi gabungan kelas X yang saat itu masih sebagai calon peserta MPLS di sekolah setempat. Meski begitu, mereka tampil percaya diri dan terobsesi untuk ikut berkontribusi ke sekolah melalui prestasi. "Kami tak semata perlu dipuji. Tapi memang harus diuji. Bahwa kami meskipun baru juga bisa berkontribusi ke sekolah dengan berprestasi. Kami harap akan diikuti oleh teman-teman lain nantinya," harap mereka kompak. (Crew Jurnalistik SMAKEN POST).

Sunday, August 3, 2025

Siswa-Siswi SMA Negeri 1 Sapeken Antusias Laksanakan Latihan Upacara Bendera

 Sapeken – Siswa-siswi kelas XI 2 SMA Negeri 1 Sapeken dengan penuh antusias mengikuti latihan upacara bendera, Ahad, 3 Agustus 2025 yang akan dilaksanakan keesokannya pada hari Senin di lapangan sekolah. Tidak cukup hanya latihan sekali, seperti biasa latihan upacara ini telah dilaksanakan dua hari sebelumnya, yaitu, sejak hari Jumat sore.


Di antara siswa-siswi tersebut, telah ditunjuk untuk menjadi pemimpin upacara, pengibar bendera, pembaca UUD 1945, pembacaan janji siswa, pembacaan doa, MC, dirijen paduan suara, hingga pembawa teks Pancasila. Dalam latihan ini, mereka melalui serangkaian tes bacaan dan keterampilan yang dipandu oleh guru-guru pelatih dari asisten kesiwaan, yaitu Jamil Hamzah, S.Pd dan Farah Aidil Fitri, S.Pd. Kemudian dibantu oleh para crew OSIS dari sekolah setempat.

Para pelatih menilai kemampuan masing-masing siswa dengan cermat, memastikan bahwa setiap siswa mendapatkan peran yang sesuai dengan keahliannya. Setelah proses seleksi tersebut, pada hari Ahad ini siswa-siswi melanjutkan latihan intensif untuk memastikan kelancaran dan kedisiplinan pada saat pelaksanaan upacara nanti.


Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda rutinitas kesiswaan SMA Negeri 1 Sapeken yang memberikan tugas di setiap kelas untuk menjadi petugas upacara secara bergiliran. Dengan penugasan ini, SMA Negeri 1 Sapeken terus berkomitmen untuk membentuk karakter siswa yang disiplin, bertanggung jawab, dan cinta tanah air melalui berbagai kegiatan pendidikan yang bermanfaat. (Crew Jurnalistik SMAKEN POST)

Friday, August 1, 2025

SMAN 1 Sapeken Dominasi OSN Kabupaten Sumenep 2025, 18 Siswa Lolos ke Tingkat Provinsi

Sumenep, MaduraNetwork.id- Sumenep, 15 Juli 2025 — SMAN 1 Sapeken kembali menorehkan prestasi membanggakan di ajang Olimpiade Sains Nasional Tingkat Kabupaten/Kota (OSN-K) 2025. Dari total peserta Kabupaten Sumenep yang lolos ke tingkat provinsi, SMAN 1 Sapeken berhasil mendominasi dengan mengirimkan 18 siswa, terbanyak dibandingkan sekolah-sekolah lain di wilayah Kabupaten Sumenep. Daftar SMAN 1 Sapeken 18 siswa, SMAN 1 Arjasa 9 siswa, SMAN 1 Kalianget 4 siswa, SMAN 1 Sumenep 3 siswa, SMAN 1 Masalembu 3 siswa, SMA IT Insan Hanifa 1 siswa dan  MAN Sumenep 2 siswa.


Kompetisi bergengsi tahunan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI) ini dilaksanakan serentak secara nasional pada 24–25 Juni 2025, dan diikuti oleh 248.792 siswa dari seluruh Indonesia. Para peserta bersaing dalam sembilan bidang sains, yakni: Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Geografi, Astronomi, Ekonomi, Kebumian, dan Informatika.

Capaian luar biasa SMAN 1 Sapeken ini mendapat apresiasi langsung dari kepala sekolah SMAN 1 Sapeken, Fujianto, yang mengungkapkan rasa syukurnya atas prestasi anak didiknya.

"Kami bersyukur kepada Allah SWT atas anugerah prestasi ini. Anak-anak kami telah menunjukkan bahwa keterbatasan geografis bukan penghalang untuk berprestasi. Ini buah dari kerja keras, doa, dan semangat belajar yang luar biasa," ujar Fujianto.

 

Pembinaan Intensif dan Dukungan Sekolah Jadi Kunci

Salah satu pembina OSN SMAN 1 Sapeken, Bapak Nur Salam, juga menyampaikan kebanggaannya. Ia mengaku melihat langsung kesungguhan siswa dalam menghadapi proses seleksi.

"Kami saksikan sendiri bagaimana anak-anak belajar tanpa kenal lelah. Mereka belajar siang malam dengan disiplin dan semangat tinggi. Kemenangan ini milik mereka yang tak pernah menyerah," ungkapnya.

Hal tersebut diaminkan oleh Bapak Farah Aidil Fitri sebagai Pembina OSN Kimia bahwa proses tidak akan mengkhianati hasil.

“Anak-anak telah berproses sedemikian rupa dan hasilnya bisa kita lihat hari ini” menjelaskan dengan semangat juang yang tinggi.

Senada dengan itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Bapak Subaidi, menyatakan bahwa pihak sekolah akan terus meningkatkan pembinaan demi hasil yang lebih baik di tingkat provinsi maupun nasional.

"Kami tidak ingin berhenti di sini. Target kami adalah membawa nama SMAN 1 Sapeken ke level nasional. Kami akan berikan pembinaan intensif, pendampingan akademik, dan segala kebutuhan belajar siswa secara maksimal," tegas Subaidi.

Menuju OSN Tingkat Provinsi dan Nasional

Sebanyak 19.217 siswa dinyatakan lolos ke OSN Tingkat Provinsi. Mereka akan kembali berkompetisi di level yang lebih tinggi, memperebutkan tempat di OSN Nasional 2025.

Menurut Fujianto, “Keberhasilan SMAN 1 Sapeken ini menjadi contoh nyata bahwa sekolah di wilayah kepulauan pun mampu bersaing di kancah pendidikan nasional. Dominasi ini sekaligus menjadi motivasi bagi sekolah lain di daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) untuk terus berinovasi dan memaksimalkan potensi peserta didik”. Paparnya