Friday, August 22, 2025

Rayakan HUT RI ke-80, DWP SMA Negeri 1 Sapeken Gelar Berbagai Lomba

SMAKEN POST - Dalam rangka berpartisipasi memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke -80, Dharma Wanita Persatuan (DWP) SMA Negeri 1 Sapeken menggelar perayaan dengan berbagai lomba. Kegiatan tersebut berlangsung sederhana, namun tetap semarak. Kemarin, Sabtu, 16 Agustus 2025, di lapangan futsal sekolah setempat, dimulai sekitar pukul 07.30 WIB - selesai.

Kegiatan lomba yang dihadiri seluruh jajaran SMA Negeri 1 Sapeken ini mengedepankan semangat kebersamaan dan gotong royong. Adapun yang diperlombakan di antaranya, Kereta Balon, estafet Kardus, dan lomba cari Bola Corong.

 

Banyaknya paket hadiah telah disiapkan, tidak tergolong mewah, namun cukup berbalut canda tawa, hingga menciptakan suasana riang gembira. Semua peserta lomba tetap semangat berkompetisi, hingga diakhir kegiatan saling berbagi hadiah.

Kepala SMA Negeri 1 Sapeken, Fujianto, S.S., M.Pd melalui ketua DWP, Balgis, S.Pd, menyampaikan bahwa perayaan ini merupakan ajang silaturahmi yang dapat meningkatkan rasa nasionalisme. "Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan rasa cinta tanah air, kebersamaan, serta semangat gotong royong dalam memajukan pelayanan sekolah yang lebih baik," katanya.

Harapannya, agar ibu-ibu DWP dapat selalu aktif untuk mengikuti setiap kegiatan dan pertemuan rutin agar silaturahmi tetap terjalin dengan baik antar sesama ibu-bu DWP. "Kepada seluruh panitia yang sekalian menjadi peserta. Ditambah dari bapak-bapak guru dan staf yang telah berpartisipasi hadir, kami sampaikan banyak terima kasih yang telah bekerja keras menyukseskan acara ini hingga selesai," pungkasnya. (Crew Jurnalistik SMAKEN POST).

Saturday, August 16, 2025

24 Siswa SMA Negeri 1 Sapeken Borong Sebagai Pasukan Paskibraka HUT Kemerdekaan RI ke-80 Tingkat Kecamatan

 

SMAKEN POST - Sebanyak 24 siswa SMA Negeri 1 Sapeken boleh bernafas lega, setelah sukses menjalankan tugas formasi Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), pada pelaksanaan upacara pengibaran dan penurunan bendera merah putih, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80. Kemarin, Ahad, 17 Agustus 2025 di tanah lapang Abu Hurairah Sapeken, pukul 07.00 WIB - selesai. Sementara upacara penurunan bendera merah putih, dilaksanakan pada sore hari sekitar pukul 16.00 WIB - selesai.

Pasalnya, jumlah mereka berawal dari 30 peserta bersaing untuk mengisi 25 pasukan formasi 8 dan formasi 17 paskibraka. Setelah dua hari menjalankan proses seleksi, jumlah mereka menjadi 24 pasukan terbaik yang terdiri dari 14 siswa dan 10 siswi. Ini berarti, mereka hanya menyisakan 1 kuota buat sekolah lain, yaitu, 1 santri dari asal MA Abu Hurairah Sapeken. Selanjutnya, selama sebulan penuh mereka telah melewati latihan intensif menjadi pasukan Paskibraka di tingkat kecamatan Sapeken.

 

Proses seleksi sudah dilakukan ini, mencakup beberapa aspek penting, seperti postur tubuh, kedisiplinan, keterampilan baris-berbaris (PBB), wawasan kebangsaan, serta kesehatan jasmani dan rohani. Untuk menjamin kelayakan peserta dari sisi kesehatan, proses seleksi ini melibatkan tim medis dari Puskesmas Sapeken yang melakukan pemeriksaan awal terhadap seluruh peserta. Proses seleksi juga mendapat pendampingan langsung dari instansi Polsek dan Koramil Sapeken yang sekalian bertugas memberikan pelatihan teknis dan penilaian kompetensi lapangan.

Berikut nama-nama dari 24 pasukan asal siswa SMA Negeri 1 Sapeken yang mengisi formasi 8 dan formasi 17 paskibraka :

Formasi 8 Paskibraka :

1. Aldo Aprian Hadimulya kelas XII-2

2. Adelia Sulisa Sofa kelas XII-2

3. Ega Edria Saputra Negara kelas XI-1

4. Anil Affal Huliya kelas XI-2

5. Rifan Jibran Fatahillah kelas XI-2

6. R. Moh. Alga Ula Munif kelas XII-3

7. Amelia Azzahra kelas XII-1

8. Ahmat Nur Fauzi kelas XII-3 

Formasi 17 Paskibraka :

1. Radif Gibran Hamzah Prawira kelas XI-1

2. Ahmad Zibyan Anshori kelas XI-1

3. Nazihatur Roid kelas XI-1

4. Nizam Fikrillah kelas XII-2

5. Mario Marvel Padallean kelas XII-1

6. Iwan Ris Raju Pahman kelas XII-1 

7. M. Wildan kelas XII-3

8. Syaiful Islami Akbar kelas X-1

9. Lusi Indriani kelas XII-1

10. Zaimatul Alya kelas XI-1

11. Lutfiyana kelas XI-1

12. Putri Auliya kelas XI-2

13. Darajatul Auliya kelas XI-3

14. Juliana Pertiwi Esgio Putri kelas XI-3

15. Mita Sari kelas  X-1

16. Novita Selviana kelas X-2

Tidak hanya itu, Nizar Fery Amali kelas XI-1 terpilih menjadi bagian pasukan terbaik Paskibraka di tingkat Kabupaten Sumenep. Menanggapi hal tersebut, kepala SMA Negeri 1 Sapeken, Fujianto, S.S., M.Pd  menyatakan rasa bangga dan bersyukur akan prestasi yang kembali berhasil diukir seperti saat ini. “Syukur Alhamdulilah. Memang benar siswa kita yang bernama Nizar Fery Amali termasuk menjadi bagian dari yang berhasil tersebut. Meski hanya satu siswa, namun hal ini tetap menjadi cerminan bahwasanya kualitas peserta didik SMA Negeri 1 Sapeken masih diperhitungkan dikancah kabupaten," ujarnya seraya mengimbuhkan ucapan selamat kepada semua siswa-siswi yang berhasil bertugas menjadi pasukan Paskibraka di kecamatan Sapeken. 

Bertolak dari sini, usai mengikuti upacara bendera, dikatakannya, seperti biasa para guru dan staf melakukan makan bersama. Kalau beberapa tahun sebelumnya memilih makan bersama di luar sekolah. Namun kali pertama ini berinisiatif mengelola masakan sendiri oleh chef sekolah. "Ini  'ketularan' karena habis makan kolak bersama di sekolah pada Jumat kemarinnya. Tapi betul berbeda kan suasananya. Kita yang mengelola sendiri kemudian dinikmati bersama yang tentu lebih luwes dan harmonis dalam menjalin keakraban sesama, " imbuhnya.

"Kalau begini kita bisa nambah. Tidak seperti saat makan di warung mau nambah tidak mungkin. Saya sudah sampai tiga kali nambah ini. Meski nanti tanpa makan siang tak masalah lah," celetuk Herman Fauzi selaku bagian CS sekolah. (Crew Jurnalistik SMAKEN POST)

Spontan SMA Negeri 1 Sapeken Mengonsep "Jumat Gerak" di H.U.T. RI ke-80


SMAKEN POST - Ada banyak cara dalam membahagiakan diri atau bahkan bersama warga sekolah. Kuncinya adalah menunjukkan kepedulian dan perhatian tulus tanpa keluhan.

Sampai tiba agenda paling dinantikan yaitu momen lomba Agustusan. SMA Negeri 1 Sapeken mengonsep ide "Jumat Gerak" yang spontan menggugah aktifitas kreatif. Tak heran jika seluruh siswa, guru, dan staf berpartisipasi saling unjuk kerja dalam bertugas. Konsep apik ini digelar saat perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (H.U.T. RI) ke-80. Kemarin, Jumat, 15 Agustus 2025 di halaman sekolah setempat. 

Serba-Serbi Aktifitas Jumat Gerak yang Mengundang Tawa, Ceria, sportivitas dan Tepuk Tangan















Menyambut Pagi Dengan Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun

Bermula menyambut siswa dengan senyum, salam, sopan dan santun. Pagi-pagi saat mentari baru mulai menyinari langit, seperti biasa menjadi rutinitas dan konsisten dalam program 5S. Setiap siswa yang melangkah masuk disapa dengan ucapan selamat sembari tersenyum ramah. Juga dengan ramah para siswa membalasnya bersalaman cium tangan. Para guru dan staf menunjukkan kedekatan yang harmonis dengan siswa yang menciptakan suasana positif dan penuh energi.

Senam Aerobik

Halaman SMA Negeri 1 Sapeken merambat riuh sejak selesai sholat dhuha. Saat itu udara pagi terasa segar, langit biru cerah seolah mendukung senam aerobik tengah siap menggeliat bergoyang. Tanpa terkecuali, kegiatan sehat nan bugar dengan diiringi musik dan lagu kekinian ini, diikuti oleh seluruh warga sekolah. Menariknya, kegiatan senam aerobik ini dipandu oleh keempat siswi sendiri yang terlatih, mengajak peserta berkeringat bersama sepanjang senam yang dilakukan energik selama hampir setengah jam. Berasa makin membangun kebersamaan bahagia yang bersahabat.


Lomba PBB Tutup Mata

Seusai senam, para siswa berbaris di tepian keliling lapangan futsal yang tengah mencuri pusat perhatian. Keseruan lomba PBB tutup mata seringkali memicu tingkah laku lucu dan penuh tawa gembira, baik bagi peserta maupun yang menonton. Meski bukan dengan beragam lomba, namun cukup suasana menjadi meriah berkat oleh lomba yang satu ini. Lomba ini diperuntukkan bagi siswa dengan format perkelas berjumlah 10 peserta, terdiri dari 5 siswa dan 5 siswi. 
Spontan mereka bersorak-sorak berpadu tawa lepas, tatkala melihat peserta keliru menjalankan aba-aba yang tak jarang terjadi saling benturan. Praktis, menciptakan atmosfer kekeluargaan dan semangat gotong-royong yang mungkin sulit dilupakan.

Lomba Karaoke Sesama Guru Dan Staf

Selain siswa, guna melepaskan penat rutinitas kinerja, lomba karaoke melibatkan para guru dan staf sekolah untuk mempererat hubungan sesama. Acara ini berlangsung meriah silih berganti dengan pemandu lomba PBB tutup mata tersebut, di atas pentas yang berada di sisi timur lapangan futsal. Setiap guru dan staf menampilkan lagu favoritnya, mulai dari dangdut, band, lagu malaysiaan hingga lagu-lagu pop hits. Mereka menikmati menonton penuh tawa nan ceria, saling memberikan dukungan dengan tepuk tangan dan sorakan.

Pembersihan Ranting Pohon

Sejauh mata memandang dari riuhnya lapangan futsal, nampak tim cleaning servis (CS) yang di motori Sarpras melakukan pembersihan ranting pohon. Kesempatan dalam "Jumat Gerak" tersebut, mereka tak melewatkan untuk menjaga kebersihan, kerapian, keasrian, serta mencegah potensi bahaya dari ranting pohon tua yang menjuntai nyaris patah di lingkungan sekolah. 
Sembari dengan aktifitas penebangan ini, nampak pula beberapa siswa/siswi sedang  sibuk menanam pohon dan tanaman bunga di sejumlah sudut halaman sekolah. 

Ibu-Ibu Mengemas Paket Hadiah Lomba

Tak mau ketinggalan, ibu-ibu dari pihak sekolah berpartisipasi meramaikan kegiatan. Di ruang TU mereka tengah sibuk mengemas paket hadiah lomba. Ide hadiah lomba mempertimbangkan kegunaan, dan keceriaan. Tentu saja dengan harga yang terjangkau tanpa menguras anggaran berlebih juga tidak pelit amat, namun acara tetap meriah nan berkesan, cocok untuk semua kalangan.


Berbagi Hadiah Pemenang Lomba

Puluhan kemasan paket hadiah telah siap. Para pemenang lomba dari siswa, guru, dan staf beriringan naik ke atas pentas seusai nama mereka dipanggil oleh para host pemandu acara. Tak mempersoalkan isi hadiah setelah menerimanya, pemenang lomba penuh wajah ceria dan tawa terhipnotis oleh teriakan crew host yang menyebut-nyebut kalimat lucu dan kocak. "Juara 1 mendapatkan hadiah mobil tanpa kunci. Almari kulkas tidak berpintu untuk juara 3". Begitulah contoh teriakan para host yg tak kalah kawakannya seperti acara di televisi. Belum hilang dari gelak tawa nan canda, para pemenang lomba berasa puas dan sudi berbagi dengan sesama, menikmati bersama. Hadiah dari sumber dana sekolah toh akhirnya kembali dinikmati bersama-sama. 

Santap Kolak Ala Masakan Chef Sekolah

Belum lengkap kiranya kegiatan ini, bila tak menikmati kolak ala masakan chef sekolah. Di sudut ruang sedikit sembunyi masakan kolak tersebut usai dibuat. Habis peluh beraktifitas, di penghujung kegiatan "Jumat Gerak" tiba saatnya menyantap kolak pisang, semakin menambah nilai persaudaraan dan kebersamaan. Di taman baca halaman sekolah merek duduk rileks sambil menikmati keseruan makan kolak berjejer keliling. Setelahnya, hingga terdengar di kejauhan lantunan suara mengaji dikumandangkan tanda sholat Jumat akan segera di mulai. Saat itu pula, para siswa diumumkan untuk bisa pulang. Tidak cuma suasana dibuat makin seru, tapi juga jadi ajang kebersamaan warga sekolah. Meski baju kotor dan basah, semua pulang dengan senyum lebar dan mungkin sedikit lelah. (Crew Jurnalistik SMAKEN POST)

Friday, August 15, 2025

Bina Gaya Hidup Sehat, SMA Negeri 1 Sapeken Juara 2 Penilaian Kantin Sehat

SMAKEN POST - SMA Negeri 1 Sapeken berhasil meraih juara 2 pada penilaian kantin sehat tingkat SMA/SMK yang dilaksanakan oleh Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Sumenep di Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke 80 Tahun 2025 ini. Penilaian kantin sehat dengan via zoom tersebut, berlangsung kemarin, Rabu, 13 Agustus 2025. Hasilnya baru diumumkan keesokan harinya, yaitu, Kamis, 14 Agustus 2025. 


Sesuai pengamatan dari via zoom ini, jumlah kantin yang ada di sekolah memiliki 3 stand. Setiap standnya menjual makanan dan minuman yang berbeda-beda dan telah disetujui pihak sekolah. Meskipun pangan jajan beragam namun sudah dijamin tingkat halal, higienis, sehat dan bergizi.

Dari setiap kantin terpantau, tersedianya tempat mencuci peralatan dan cuci tangan dengan air yang mengalir, tempat penyimpanan bahan-bahan makanan, serta tersedianya tempat penyimpanan makanan siap saji yang tertutup.

Ternyata, jauh hari sebelum adanya penilaian tersebut, Kepala SMA Negeri 1 Sapeken, Fujianto, S. S., M.Pd, menuturkan, pihak sekolah memang wajib menerapkan inisiatif kantin sehat yang bertujuan untuk mendorong gaya hidup sehat dan pola makan yang lebih baik di kalangan siswa.

Dikatakannya, selain persoalan pangan jajan, pihak sekolah juga memberikan edukasi gaya hidup sehat. Dalam pembinaan ini, di motori oleh tim UKS dan ekstrakurikuler PMR, semisal adanya agenda kerja sama dengan pihak instansi Puskesmas. Tentu dengan pemahaman terhadap pengetahuan dan informasi yang lebih baik, diharapkan siswa lebih sadar akan pentingnya asupan gizi dalam menjaga kesehatan dan perkembangan mereka. 


"Inisiatif kantin sehat adalah bagian dari program mewujudkan lingkungan sekolah sehat nan asri. Tentu hal ini menjadi  tanggung jawab seluruh warga sekolah. Tidak hanya tanggung jawab petugas kebersihan, dan bagian sarana. Tetapi semua siswa, guru, TU, kepala sekolah, harus ambil bagian. Peduli terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan sekolah," ujarnya penuh harap. (Crew Jurnalistik SMAKEN POST)

Thursday, August 14, 2025

Siswa SMA Negeri 1 Sapeken Sabet Juara 2 Lomba Lari Jauh 5000 Meter Di HUT Kemerdekaan RI Ke-80 Tahun 2025

 


SMAKEN POST - Prestasi cemerlang terus ditingkatkan oleh siswa-siswi SMA Negeri 1 Sapeken. Salah satunya dengan mengikuti bidang olahraga dalam ajang lomba Lari Jarak Jauh 5000 meter tingkat SMA/MA sekecamatan Sapeken dan sekitarnya.

Lomba Lari Jarak Jauh yang diikuti puluhan pelajar tersebut, digelar dalam rangka mengisi Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80. Kemarin, Kamis, 14 Agustus 2025, pukul 08.00 WIB - selesai, melintasi sepanjang jalan raya Sapeken dengan berlari sejauh 2 kali keliling.

Dikonfirmasi, jarak keliling jalan raya Sapeken hanya berkisar 2,5 kilometer. Sehingga dengan 2 kali melakukan lari keliling penuh ini, total jarak yang ditempuh menjadi 5 kilometer atau 5000 meter. Start - finish lomba ini di kantor kecamatan Sapeken.

Dibawah bimbingan Guru Olahraga kelas XII, Ardian Yakub, S.Pd, SMA Negeri 1 Sapeken mampu melahirkan bibit unggul untuk cabang atletik. Salah satunya, Mohammad Akbar Agrahan (XII-3) peraih juara 2 dalam ajang lomba lari jarak jauh.

Kepala SMA Negeri 1 Sapeken, Fujianto, S.S., M.Pd, melalui Waka Kesiswaan, Mohammad Adib Baihaqi, S.Pd, mengatakan, pihak sekolah selalu memberikan kesempatan yang luas bagi siswa-siswinya untuk mengembangkan bakat dan minat ataupun potensi yang bisa dikembangkan.

"Siapapun siswa kita ikut sertakan baik di bidang akademik maupun non akademik salah satunya lomba di bidang olahraga ini. Kompetisi ini juga merupakan bagian penting dalam pemerataan prestasi dan memaksimalkan potensi peserta didik yang bertalenta," katanya. (Crew Jurnalistik SMAKEN POST)

Wednesday, August 13, 2025

Lari Estafet 4x100 Meter Putra SMA Negeri 1 Sapeken Raih Juara 1 dan 2

SMAKEN POST - Prestasi membanggakan kembali diraih oleh para siswa SMA Negeri 1 Sapeken dalam ajang kejuaraan olah raga di Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke 80 ini. Dua dari tiga tim lari estafet 4x100 meter putra sekolah berhasil meraih juara 1 dan 2. Tim juara 1 tersebut, Firas Tijany Adnin (XII-1), Aura Samudra (XII-2), Fahrizul Ammar (XI-2), Nabiullah (X-2). Sedang dari juara 2, Amir Hamzah (XI-2), Moh. Amin (XI-1), Fadliaturrahman (XI-3), Ikram Anwar (XI-1). 


Tim Juara I

Kejuaraan yang digelar di jalan raya Sapeken hingga finish di kantor kecamatan tersebut, kemarin, Rabu, 13 Agustus 2025, sekitar pukul 08.00 WIB - selesai, telah mempertemukan para atlet pelajar terbaik dari seluruh penjuru tingkat SMA/MA sekecamatan Sapeken. Tim estafet putra SMA Negeri 1 Sapeken tampil dengan penuh semangat dan solid, unjuk dan membuktikan kemampuan di tengah persaingan yang ketat.


Tim Juara II

Guru olahraga Irham Dely Martayub, S.Pd, dan Feri Medianto, S.Pd, menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian ini. “Alhamdulillah, kerja keras siswa terbayar dan telah menunjukkan semangat juang yang luar biasa. Semoga prestasi ini menjadi awal dari kesuksesan-kesuksesan berikutnya,” ujar mereka.


Kepala sekolah SMA Negeri 1 Sapeken, Fujianto, S.S., M.Pd, turut memberikan apresiasi atas keberhasilan ini. “Prestasi membanggakan ini membuktikan jika siswa kita mampu bersaing tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga dalam bidang olahraga. Kami sangat bangga dan akan terus mendukung pengembangan bakat siswa. ”Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus mengembangkan diri dan membawa nama baik sekolah melaju ajang kompetisi lainnya," harapnya. (Crew Jurnalistik SMAKEN POST)

SMAN 1 Sapeken Sumenep Jahit 100 Meter Bendera Merah Putih untuk Rekor MURI 8 Kilometer

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, SMAN 1 Sapeken Sumenep ikut ambil bagian dalam sebuah kegiatan bersejarah yang digagas oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur: Pengibaran Bendera Merah Putih Sepanjang 8.000 Meter. Kegiatan akbar ini tak hanya menargetkan pemecahan Rekor MURI, tetapi juga menjadi wujud nyata cinta tanah air dari ribuan siswa dan guru se-Jawa Timur.




Sesuai ketentuan dari Dinas Pendidikan, setiap sekolah yang memiliki program Doble Track (DT) Tata Busana diminta menjahit bendera merah putih sepanjang 100 meter. SMAN 1 Sapeken Sumenep pun menerima tantangan ini dengan penuh semangat. Di bawah bimbingan guru yang disebut trainer, para siswa DT Tata Busana bekerja sama memotong, menyusun, dan menjahit kain katun merah dan putih dengan ukuran tinggi masing-masing 60 cm.

Meski berada di pulau terpencil dengan segala keterbatasan fasilitas, semangat siswa SMAN 1 Sapeken Sumenep tidak kalah dengan sekolah-sekolah besar di kota. Ruang kelas yang biasanya digunakan untuk belajar musik berubah menjadi bengkel jahit. Suara mesin jahit berpadu dengan tawa dan semangat gotong royong siswa. Ada yang mengukur kain, ada yang mengatur posisi warna merah dan putih, dan ada pula yang bertugas menjahit sambungan hingga rapi.

“Ini bukan sekadar menjahit kain, tapi menjahit rasa cinta kami kepada Indonesia,” ungkap Ibu Rina Rusdiana Trainer  Tata Busana Smaken  dengan mata berbinar.

Proses pembuatan bendera ini juga direkam dalam bentuk video sebagai dokumentasi pembelajaran dan bukti partisipasi sekolah. Sebelum batas waktu pengiriman 15 Agustus 2025, bendera hasil karya siswa SMAN 1 Sapeken Sumenep telah dikemas rapi untuk dikirim ke Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep Provinsi Jawa Timur.



Puncak kegiatan akan digelar pada 17 Agustus 2025 di Surabaya, ketika 8.000 peserta dari seluruh Jawa Timur mengibarkan bendera merah putih sepanjang 8 kilometer. Bendera-bendera hasil jahitan para siswa, termasuk karya SMAN 1 Sapeken Sumenep, akan disatukan menjadi satu kesatuan yang membentang megah.

Fujianto sebagai Kepala SMAN 1 Sapeken Sumenep menyampaikan kebanggaannya, “Anak-anak kami mungkin tinggal jauh di ujung timur Madura, tapi karya mereka akan berkibar bersama karya saudara-saudara mereka di seluruh Jawa Timur. Inilah bukti bahwa semangat nasionalisme tidak mengenal jarak.”

Ketika bendera raksasa itu berkibar di Surabaya, setiap jahitan yang dibuat di SMAN 1 Sapeken Sumenep akan menjadi bagian dari simbol persatuan Indonesia. Sebuah pengingat bahwa dari pulau kecil di tengah laut pun, semangat merah putih tetap menyala untuk menyatukan negeri. (Nur)

 

Monday, August 11, 2025

Siswa SMA Negeri 1 Sapeken Torehkan Juara 1 & 2 Lomba Baca Puisi Tingkat Kecamatan Sapeken

SMAKEN POST – Dua duta siswa yang disyaratkan panitia lomba baca puisi dari SMA Negeri 1 Sapeken kembali menorehkan prestasi membanggakan, yaitu Agam Satriya Naraendra kelas XI-1 juara 1 dan Nur Alifa kelas X-1 sebagai juara 2 lomba membaca puisi Kemerdekaan tingkat kecamatan Sapeken. Kegiatan ini diselenggarakan oleh panitia kecamatan Sapeken dalam rangka mengisi Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke 80, kemarin malam, Ahad, 10 Agustus 2025, dimulai dari pukul 19.30 WIB hingga pukul 23.30 WIB pemenang lomba langsung diumumkan para juri di pendopo kecamatan setempat. Lomba dalam mengembangkan kemampuan terhadap dunia sastra ini diikuti oleh puluhan siswa SMA/MA sekecamatan Sapeken dan sekitarnya.


Lomba membaca puisi diselenggarakan dengan tujuan untuk pembinaan dalam mengekspresikan minat, bakat, dan kreativitas siswa, serta untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air dan rasa nasionalisme pelajar. Para peserta lomba membacakan puisi wajib yang berjudul “Pahlawan Tak Dikenal” karya Toto Sudarto Bachtiar yang telah disediakan panita. 

Secara garis besar puisi tersebut  menceritakan  tentang perjuangan dan pengorbanan pahlawan yang tidak dikenal namanya, tetapi telah memberikan kontribusi besar bagi bangsa dan negara. Puisi ini menggambarkan betapa pahlawan tak dikenal telah berjuang dengan gigih dan rela berkorban demi kemerdekaan dan kebaikan bangsa. Mereka bukanlah pahlawan terkenal atau memiliki nama besar, tetapi mereka yang telah melakukan perbuatan baik dan berani mengambil risiko untuk kebaikan orang lain.

Selain membacakan puisi wajib, Agam Satriya Naraendra juga membacakan puisi pilihan dengan judul "Doa Seorang Serdadu Sebelum Perang" Karya W.S. Rendra . Sementara Nur Alifa dalam membacakan puisi pilihannya berjudul "Balada Sang Pejuang" Karya Djoko Saheer. 

“Alhamdulilah, dengan berbekal pengalaman dan latihan yang intensif yang dilaksanakan akhirnya membuahkan hasil yang maksimal. Juga terima kasih kepada bapak Farah Aidil Fitri, S.Pd dan bapak Jamil Hamzah, S.Pd selaku asisten kesiswaan yang sudah mendampingi kami hingga akhir acara lomba," tutur mereka berdua. 

Kedua siswa tersebut, menambahkan, semoga dengan prestasi ini dapat memberikan motivasi kepada seluruh siswa SMA Negeri 1 Sapeken untuk selalu mengembangkan minat dan bakat sesuai kemampuan serta berkontribusi positif melalui prestasi untuk kemajuan Sekolah. (Crew SMAKEN POST)