Tuesday, August 26, 2025
Dua Siswa SMA Negeri 1 Sapeken Rebut Juara 1 Lomba MTQ Dan Adzan Di HUT Kemerdekaan RI Ke-80 Tahun 2025
Sunday, August 24, 2025
UCAPAN BELASUNGKAWA
Telah berpulang ke rahmatullah seorang siswa kelas X-3 SMA Negeri 1 Sapeken, Ananda Zainal Faqih, pada harı Senin, 25 Ağustus 2025, pukul 07. 00 WIB di rumah duka dusun Kota Raya Sapeken.
Kami segenap Keluarga SMA Negeri 1 Sapeken turut berduka cita sedalam-dalamnya. Semoga amal dan perbuatan Almarhum diterima disisi Allah SWT, dan Keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran. Aamiin ya rabbal alamiin.
![]() |
Saturday, August 23, 2025
Selama Tiga Hari, 18 SIswa SMA Negeri 1 Sapeken Usai Berlaga di OSN-P Tahun 2025
SMAKEN POST - Sebanyak 18 siswa SMA Negeri 1 Sapeken telah sukses dan lancar, usai berlaga mengikuti ujian Olimpiade Sains Nasional tingkat Provinsi (OSN-P) hingga akhir selama tiga hari. Sesuai jadwal dari panitia pusat, pelaksanaan ujian OSN-P digelar mulai hari Selasa - Kamis, tanggal 19 - 21 Agustus 2025.
Ujian OSN-P tersebut, digelar secara daring dan diawasi langsung via aplikasi zoom oleh panitia pusat dari Dinas Pendidikan Jawa Timur, merupakan bagian krusial untuk menjaring siswa-siswi terbaik yang termasuk bakal mewakili SMA Negeri 1 Sapeken dalam ajang OSN 2025 ke tingkat selanjutnya.
Berbeda dengan tahun sebelumnya, untuk meningkatkan objektivitas, transparansi, dan integritas selama proses ujian, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Sumenep, melibatkan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), menerapkan sistem pengawasan dan lokasi selama ujian berlangsung.
Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 1.338 siswa Jawa Timur berhasil lolos ke OSN-P tahun 2025. Ini menjadikan Jawa Timur sebagai provinsi dengan perwakilan terbanyak di seluruh Indonesia.
Sementara itu, SMA Negeri 1 Sapeken turut berpartisipasi mengisi slot kemenangan pada bilangan ribuan tersebut, yaitu, sebanyak 18 siswa menjadikan selaku peringkat pertama hasil OSN-K di jajaran SLTA seKabupaten Sumenep.
Friday, August 22, 2025
Dinas Pendidikan Jatim Tegaskan Tak Ada Pungli di Sekolah Negeri Tingkat SMA, SMK, dan SLB
Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur menegaskan tidak ada praktik pungutan liar (pungli) di sekolah-sekolah negeri jenjang SMA, SMK, dan SLB yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Kami tegaskan bahwa memang tidak ada pungli di Sekolah,” ujar Kepala Dinas
Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai di Surabaya, Sabtu (23/8/2025).
Ia menjelaskan bahwa kebutuhan pembiayaan operasional dan
kegiatan pendidikan di sekolah negeri sepenuhnya dibahas secara terbuka antara
pihak sekolah dan Komite, dengan berpedoman pada dokumen Rencana Kegiatan dan
Anggaran Sekolah (RKAS).
Penyusunan RKAS merupakan instrumen transparan yang mengacu
pada ketentuan regulasi dan mengedepankan prinsip musyawarah serta
akuntabilitas publik.
Aries Agung juga menyampaikan setiap sekolah negeri di Jawa
Timur mendapatkan dukungan anggaran dari berbagai sumber, yaitu Dana Bantuan
Operasional Sekolah (BOS), Dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan
(BPOPP) serta partisipasi masyarakat yang bersifat sukarela dan tidak mengikat.
Perlu diketahui bahwa apabila dana BOS dan BPOPP belum
mencukupi untuk mendukung seluruh program kegiatan satuan pendidikan selama
satu tahun ajaran, maka diperkenankan untuk menggalang partisipasi masyarakat
dalam bentuk sumbangan sukarela, yang dilakukan secara transparan dan
berdasarkan hasil musyawarah bersama antara pihak Komite dan Sekolah.
“Sehingga bisa dipastikan tidak ada pungutan liar atau
pemaksaan dalam bentuk apa pun kepada peserta didik atau orang tua/wali murid,
tanpa melalui rapat bersama sekolah dan komite yang menjadi keputusan bersama”
katanya.
Semua bentuk sumbangan dari masyarakat bersifat sukarela,
tidak mengikat, tidak memaksa, dan didasarkan pada kesepakatan bersama yang
dituangkan dalam berita acara rapat.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa telah
memerintahkan kadis pendidikan jawa timur memastikan penyelenggaraan pendidikan
di setiap sekolah-sekolah negeri berjalan baik dan benar.
Terutama tentang pengelolaan administrasi sekolah karena
anggaran yang diberikan di bidang pendidikan cukup besar.
Selain untuk gaji guru, tunjangan guru dan perbaikan sarana
prasarana sekolah, tentu juga demi peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Namun, lanjut dia, tentu tidak cukup karena tidak hanya
negeri yang diberikan bantuan, tapi juga sekolah-sekolah swasta di Jawa Timur
yang jumlah seluruhnya mencapai 4 ribu lebih.
"Karena itu tentu perhatian dan kepedulian dari
masyarakat terhadap pendidikan tetap menjadi keterbukaan kami untuk sama-sama
peduli dengan pendidikan," kata pejabat asal Makassar tersebut.
Di samping itu, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur bersama
Cabang Dinas serta pengawas sekolah terus melakukan pengawasan secara
berkelanjutan dan akan menindak tegas apabila terdapat laporan atau temuan
adanya pelanggaran terhadap prinsip-prinsip tata kelola keuangan sekolah yang
bersih, transparan, dan akuntabel.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk turut serta menjaga
kondusivitas dunia pendidikan serta melaporkan apabila menemukan indikasi
pungli atau praktik yang tidak sesuai dengan ketentuan melalui kanal aduan
resmi yang telah disediakan,” ucap dia.
Tak Ada Penahanan Ijazah
Di sisi lain, pihaknya juga memastikan tidak ada ijazah
siswa yang tertahan untuk lulusan tahun 2024 dan 2025 karena seluruhnya telah
diberikan, termasuk sudah dihubungi melalui telepon serta pihak sekolah
mendatangi rumah siswa atau alumni yang belum mengambil ijazahnya.
Sedangkan, pada 2025
ini, ijazah sudah tersambung online sehingga otomatis saat lulus, siswa
atau murid bisa langsung bisa mencetak berdasarkan format yang ada.
“Namun memang tidak menutup kemungkinan, yakni ada siswa
yang belum menerima karena ada ejaan nama salah dalam ijazah yang terbit secara
digital, atau tidak sesuai sehingga harus diperbaiki terlebih dahulu oleh pusat
sebelum diterbitkan kembali setelah itu baru boleh diprint atau cetak,”
katanya.
Kemudian, ada beberapa sekolah yang alumninya sudah lulus
lebih dari 5 tahun, tapi ijazahnya tidak pernah diambil karena sudah bekerja di
luar kota dan pindah alamat serta nomor handphone yang bersangkutan berubah
atau sulit dihubungi.
“Jangan khawatir karena ijazah bisa diambil kapan saja,
termasuk sekolah sudah mendatangi alumni langsung kerumahnya, tapi ada alumni
yang sudah pindah dan bekerja di luar kota. Untuk Ijazah tidak bisa dititipkan ke keluarga
karena harus cap tiga jari oleh yang bersangkutan,” tutur dia.
Bahkan, semua media sosial sekolah-sekolah sudah
mempublikasikan informasi terkait pengambilan ijazah di sekolah dan membubuhi
cap tiga jari tanpa ada syarat apapun.
Apabila masih ditemukan yang merasa ijazahnya tertahan oleh
sekolah maka bisa menghubungi layanan pengaduan ijazah melalui hotline di nomor
081-3110-8881, atau bisa juga di email ppidhumas.dindikjatim@gmail.com.
"Termasuk juga bisa melalui media sosial sekolah
masing-masing," jelas Aries Agung Paewai.
Yang pasti Dinas Pendidikan Jawa Timur bertekad untuk bersama-sama mewujudkan pendidikan yang berintegritas, transparan dan akuntabel demi masa depan generasi bangsa, sekaligus mencetak Generasi Emas Indonesia.
Hal tersebut tentu selaras dengan anjuran Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang mengajak untuk mewujudkan generasi emas pada Indonesia Emas 2045 dan Indonesia Maju.
Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa Indikator Indonesia Maju di antaranya persentase kemiskinannya tidak boleh di atas 2 persen dan pertumbuhan ekonomi harus di atas 9 persen.
Tak itu saja, Gubernur Khofifah juga menyampakan bahwa prestasi pendidikan Jatim patut menjadi kebanggaan, sebab selama enam tahun berturut turut Jatim berhasil mencatatkan prestasi gemilang dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2025.
"Bahkan dalam enam tahun berturut-turut tersebut, Jatim tidak hanya menjadi provinsi dengan jumlah siswa terbanyak yang lolos di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur SNBP, tapi juga Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT)," tutur Gubernur Khofifah.
"Sama halnya dengan beberapa waktu lalu LKS SMK juga berhasil menjadi juara umum dan mempertahankannya tiga tahun berturut-turut," tambah gubernur perempuan pertama di Jatim itu.
Belum lagi prestasi lainnya yang menjadikan Jawa Timur
selalu menjadi barometer pendidikan di Indonesia. (*)
Rayakan HUT RI ke-80, DWP SMA Negeri 1 Sapeken Gelar Berbagai Lomba
![]() |
Kegiatan lomba yang dihadiri seluruh jajaran SMA Negeri 1 Sapeken ini mengedepankan semangat kebersamaan dan gotong royong. Adapun yang diperlombakan di antaranya, Kereta Balon, estafet Kardus, dan lomba cari Bola Corong.
Banyaknya paket hadiah telah disiapkan, tidak tergolong mewah, namun cukup berbalut canda tawa, hingga menciptakan suasana riang gembira. Semua peserta lomba tetap semangat berkompetisi, hingga diakhir kegiatan saling berbagi hadiah.
Kepala SMA Negeri 1 Sapeken, Fujianto, S.S., M.Pd melalui ketua DWP, Balgis, S.Pd, menyampaikan bahwa perayaan ini merupakan ajang silaturahmi yang dapat meningkatkan rasa nasionalisme. "Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan rasa cinta tanah air, kebersamaan, serta semangat gotong royong dalam memajukan pelayanan sekolah yang lebih baik," katanya.
Harapannya, agar ibu-ibu DWP dapat selalu aktif untuk mengikuti setiap kegiatan dan pertemuan rutin agar silaturahmi tetap terjalin dengan baik antar sesama ibu-bu DWP. "Kepada seluruh panitia yang sekalian menjadi peserta. Ditambah dari bapak-bapak guru dan staf yang telah berpartisipasi hadir, kami sampaikan banyak terima kasih yang telah bekerja keras menyukseskan acara ini hingga selesai," pungkasnya. (Crew Jurnalistik SMAKEN POST).
Saturday, August 16, 2025
24 Siswa SMA Negeri 1 Sapeken Borong Sebagai Pasukan Paskibraka HUT Kemerdekaan RI ke-80 Tingkat Kecamatan
SMAKEN POST - Sebanyak 24 siswa SMA Negeri 1 Sapeken boleh bernafas lega, setelah sukses menjalankan tugas formasi Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), pada pelaksanaan upacara pengibaran dan penurunan bendera merah putih, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80. Kemarin, Ahad, 17 Agustus 2025 di tanah lapang Abu Hurairah Sapeken, pukul 07.00 WIB - selesai. Sementara upacara penurunan bendera merah putih, dilaksanakan pada sore hari sekitar pukul 16.00 WIB - selesai.
Pasalnya, jumlah mereka berawal dari 30 peserta bersaing untuk mengisi 25 pasukan formasi 8 dan formasi 17 paskibraka. Setelah dua hari menjalankan proses seleksi, jumlah mereka menjadi 24 pasukan terbaik yang terdiri dari 14 siswa dan 10 siswi. Ini berarti, mereka hanya menyisakan 1 kuota buat sekolah lain, yaitu, 1 santri dari asal MA Abu Hurairah Sapeken. Selanjutnya, selama sebulan penuh mereka telah melewati latihan intensif menjadi pasukan Paskibraka di tingkat kecamatan Sapeken.
Proses seleksi sudah dilakukan ini, mencakup beberapa aspek penting, seperti postur tubuh, kedisiplinan, keterampilan baris-berbaris (PBB), wawasan kebangsaan, serta kesehatan jasmani dan rohani. Untuk menjamin kelayakan peserta dari sisi kesehatan, proses seleksi ini melibatkan tim medis dari Puskesmas Sapeken yang melakukan pemeriksaan awal terhadap seluruh peserta. Proses seleksi juga mendapat pendampingan langsung dari instansi Polsek dan Koramil Sapeken yang sekalian bertugas memberikan pelatihan teknis dan penilaian kompetensi lapangan.Berikut nama-nama dari 24 pasukan asal siswa SMA Negeri 1 Sapeken yang mengisi formasi 8 dan formasi 17 paskibraka :
Formasi 8 Paskibraka :
1. Aldo Aprian Hadimulya kelas XII-2
2. Adelia Sulisa
Sofa kelas XII-2
3. Ega Edria
Saputra Negara kelas XI-1
4. Anil Affal Huliya kelas XI-2
5. Rifan Jibran
Fatahillah kelas XI-2
6. R. Moh. Alga
Ula Munif kelas XII-3
7. Amelia Azzahra
kelas XII-1
8. Ahmat Nur Fauzi kelas XII-3
Formasi 17 Paskibraka :
1. Radif Gibran
Hamzah Prawira kelas XI-1
2. Ahmad Zibyan
Anshori kelas XI-1
3. Nazihatur Roid
kelas XI-1
4. Nizam
Fikrillah kelas XII-2
5. Mario Marvel
Padallean kelas XII-1
6. Iwan Ris Raju
Pahman kelas XII-1
7. M. Wildan
kelas XII-3
8. Syaiful Islami
Akbar kelas X-1
9. Lusi Indriani
kelas XII-1
10. Zaimatul Alya
kelas XI-1
11. Lutfiyana
kelas XI-1
12. Putri Auliya
kelas XI-2
13. Darajatul
Auliya kelas XI-3
14. Juliana
Pertiwi Esgio Putri kelas XI-3
15. Mita Sari
kelas X-1
16. Novita
Selviana kelas X-2
Tidak hanya itu, Nizar Fery Amali kelas XI-1 terpilih menjadi bagian pasukan terbaik Paskibraka di tingkat Kabupaten Sumenep. Menanggapi hal tersebut, kepala SMA Negeri 1 Sapeken, Fujianto, S.S., M.Pd menyatakan rasa bangga dan bersyukur akan prestasi yang kembali berhasil diukir seperti saat ini. “Syukur Alhamdulilah. Memang benar siswa kita yang bernama Nizar Fery Amali termasuk menjadi bagian dari yang berhasil tersebut. Meski hanya satu siswa, namun hal ini tetap menjadi cerminan bahwasanya kualitas peserta didik SMA Negeri 1 Sapeken masih diperhitungkan dikancah kabupaten," ujarnya seraya mengimbuhkan ucapan selamat kepada semua siswa-siswi yang berhasil bertugas menjadi pasukan Paskibraka di kecamatan Sapeken.
Bertolak dari sini, usai mengikuti upacara bendera, dikatakannya, seperti biasa para guru dan staf melakukan makan bersama. Kalau beberapa tahun sebelumnya memilih makan bersama di luar sekolah. Namun kali pertama ini berinisiatif mengelola masakan sendiri oleh chef sekolah. "Ini 'ketularan' karena habis makan kolak bersama di sekolah pada Jumat kemarinnya. Tapi betul berbeda kan suasananya. Kita yang mengelola sendiri kemudian dinikmati bersama yang tentu lebih luwes dan harmonis dalam menjalin keakraban sesama, " imbuhnya.
"Kalau begini kita bisa nambah. Tidak seperti saat makan di warung mau nambah tidak mungkin. Saya sudah sampai tiga kali nambah ini. Meski nanti tanpa makan siang tak masalah lah," celetuk Herman Fauzi selaku bagian CS sekolah. (Crew Jurnalistik SMAKEN POST)
Spontan SMA Negeri 1 Sapeken Mengonsep "Jumat Gerak" di H.U.T. RI ke-80
SMAKEN POST - Ada banyak cara dalam membahagiakan diri atau bahkan bersama warga sekolah. Kuncinya adalah menunjukkan kepedulian dan perhatian tulus tanpa keluhan.
Sampai tiba agenda paling dinantikan yaitu momen lomba Agustusan. SMA Negeri 1 Sapeken mengonsep ide "Jumat Gerak" yang spontan menggugah aktifitas kreatif. Tak heran jika seluruh siswa, guru, dan staf berpartisipasi saling unjuk kerja dalam bertugas. Konsep apik ini digelar saat perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (H.U.T. RI) ke-80. Kemarin, Jumat, 15 Agustus 2025 di halaman sekolah setempat.
Menyambut Pagi Dengan Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun
Senam Aerobik
Lomba PBB Tutup Mata
Lomba Karaoke Sesama Guru Dan Staf
Pembersihan Ranting Pohon
Ibu-Ibu Mengemas Paket Hadiah Lomba
Berbagi Hadiah Pemenang Lomba
Santap Kolak Ala Masakan Chef Sekolah
Friday, August 15, 2025
Bina Gaya Hidup Sehat, SMA Negeri 1 Sapeken Juara 2 Penilaian Kantin Sehat
SMAKEN POST - SMA Negeri 1 Sapeken berhasil meraih juara 2 pada penilaian kantin sehat tingkat SMA/SMK yang dilaksanakan oleh Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Sumenep di Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke 80 Tahun 2025 ini. Penilaian kantin sehat dengan via zoom tersebut, berlangsung kemarin, Rabu, 13 Agustus 2025. Hasilnya baru diumumkan keesokan harinya, yaitu, Kamis, 14 Agustus 2025.
Sesuai pengamatan dari via zoom ini, jumlah kantin yang ada di sekolah memiliki 3 stand. Setiap standnya menjual makanan dan minuman yang berbeda-beda dan telah disetujui pihak sekolah. Meskipun pangan jajan beragam namun sudah dijamin tingkat halal, higienis, sehat dan bergizi.
Dari setiap kantin terpantau, tersedianya tempat mencuci peralatan dan cuci tangan dengan air yang mengalir, tempat penyimpanan bahan-bahan makanan, serta tersedianya tempat penyimpanan makanan siap saji yang tertutup.
Ternyata, jauh hari sebelum adanya penilaian tersebut, Kepala SMA Negeri 1 Sapeken, Fujianto, S. S., M.Pd, menuturkan, pihak sekolah memang wajib menerapkan inisiatif kantin sehat yang bertujuan untuk mendorong gaya hidup sehat dan pola makan yang lebih baik di kalangan siswa.
Dikatakannya, selain persoalan pangan jajan, pihak sekolah juga memberikan edukasi gaya hidup sehat. Dalam pembinaan ini, di motori oleh tim UKS dan ekstrakurikuler PMR, semisal adanya agenda kerja sama dengan pihak instansi Puskesmas. Tentu dengan pemahaman terhadap pengetahuan dan informasi yang lebih baik, diharapkan siswa lebih sadar akan pentingnya asupan gizi dalam menjaga kesehatan dan perkembangan mereka.
"Inisiatif kantin sehat adalah bagian dari program mewujudkan lingkungan sekolah sehat nan asri. Tentu hal ini menjadi tanggung jawab seluruh warga sekolah. Tidak hanya tanggung jawab petugas kebersihan, dan bagian sarana. Tetapi semua siswa, guru, TU, kepala sekolah, harus ambil bagian. Peduli terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan sekolah," ujarnya penuh harap. (Crew Jurnalistik SMAKEN POST)




























